Wednesday 24 February 2010

A Reminder For Us

 Assalamu'alaikum everyone,

How's your day today? Hope we in a blessing day..

Just sharing you some good word from a muslim doctor.(Dr.Hasliza)

Even not from Al-Quran or Hadis, but still worth to share.

"Most people said: ' I'm not able to spread dakwah because I'm not a good person.' But rather than saying that, you need to take charge of this words "أصلحْ نفسك وادعُ غيرك" which means improve yourself and spread dakwah to others. Please tell me, when is your specific time and day that you will really be a good person? I doubt that before you able to reach the day that you plan, you already in a house where two poles on it. (which means grave)

p/s : I got this from 'Sharing Hadis & Ayat Quran' page in Facebook..Thanks to the person who translate those words and not forgetting, the owner Dr.Hasliza..May Allah always be with us in this land of dakwah...In syaa Allah..



Friday 19 February 2010

THANKS TO ALL MY FRIENDS..

PERSAHABATAN adalah hadiah yang tidak ternilai,nilainya lebih tinggi dari segunung emas kerana itu berbahagialah kalau dikirimkan bukan emas, intan dan kekayaan tetapi kasih-sayang seorang sahabat yang sejati...







Tears you try so hard to hide
You hold it all inside
Pretend it doesn't matter
Why keep it yourself
When you got someone else
You know can make it better?


You try to be so strong
But I always know when something's wrong
See when you're feeling down


Hey, wasn't it you
Who's always been there for me?
Don't forget what we've been through together
Hey, isn't it true?
We promised to always be
Best friends forever, yeah


Words you don't need to say
The sad that's on your face
Isn't hard to see through
I've been there once or twice
It's you that made things right
My turn to be there for you


You try to be so strong
But I always know when something's wrong
See when you're feeling down


Hey, wasn't it you
Who's always been there for me?
Don't forget what we've been through together
Hey, isn't it true?
We promised to always be
Best friends forever


When the rain comes down
I'll be there
I will always be around
Just wanna be the one to catch you
When you fall


Hey, wasn't it you
Who's always been there for me?
Don't forget what we've been through together
Hey, isn't it true?
We promised to always be
 
 Best friends forever

http://www.simplyfaith.net/ 

 






Thursday 4 February 2010

Tangisan Rasulluah Menggoncangkan Arasy


Jika harta yang hilang dari diri seseorang, maka tiada apa pun yang hilang, Jika kesihatan yang hilang dari diri seseorang, maka ada sesuatu yang hilang, Tetapi jika akhlak yang hilang dari diri seseorang, maka segala-galanya telah hilang dari diri seseorang.


"Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: "Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."


Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: "Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?" "Belum," jawab orang itu. "Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?" "Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula. Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.


"Tuan ini Nabi Muhammad?!" "Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: "Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."


Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: "Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!" kata orang Arab badwi itu. "Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?"


Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!'


Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya."